KRONOLOGI BERBAGAI PERISTIWA PENTING BAIK DI TINGKAT PUSAT MAUPUN DAERAH
DALAM USAHA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA
OLEH :
RESKI AMALIA
NUR RAHMAH
AMARTANG
Tugas :
kelompok
Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Guru Pembimbing : Sumiati S.Pd
KRONOLOGI BERBAGAI PERISTIWA PENTING BAIK DI TINGKAT PUSAT MAUPUN DAERAH
DALAM USAHA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayahNyalah sehingga
kami berhasil menyelesaikan makalah yang berjudul “Kronologi Berbagai Peristiwa
penting Baik di tingkat Pusat Maupun Daerah Dalam Usaha Mempertahankan
Kemerdekaan Indonesia” sebagai salah satu tugas kelompok dalam mata perlajaran
IPS
Makalah yang berjudul “Kronologi Berbagai Peristiwa
penting Baik di tingkat Pusat Maupun Daerah Dalam Usaha Mempertahankan
Kemerdekaan Indonesia” ini menjelaskan tentang Peristiwa Bandung Lautan
Api,Puputan Margarana,dan terakhir peristiwa Westerling di Makassar.
Pembuatan makalah ini
melibatkan banyak pihak yang membantu terutama guru pembimbing, untuk itu
penulis mengucapkan terimah kasih banyak dan jika tugas ini ada kesalahan maka
kami memintah saran dan kritikannya demi perbaikan pada tugas tugas
selanjutnya. Terimah kasih
Takalala,Soppeng,14
September 2013
Penyusun
Daftar isi
Kata
pengantar.............................................. i
Daftar
isi....................................................... ii
Bandung
lautan api....................................... 1
Puputan
margarana....................................... 2
Peristiwa
westerling di makassar................. 3
Serangan
umum 1 maret 1949..................... 4
Penutup........................................................
6
Daftar
pustaka.............................................. 8
KRONOLOGI BERBAGAI
PERISTIWA PENTING BAIK DI TINGKAT PUSAT MAUPUN DAERAH DALAM USAHA
MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA
Dalam
mempertahankan kemerdekaan indonesia terjadilah
peristiwa-peristiwa baik di ingkat pusat maupun
daerah.peristiwa-peristiwa tersebut di antaranya bandung lautan api,puputan
margana,peristiwa weserling di makassar,dan serangan umum 1 maret 1949.
1.bandung lautan api
Pada
tanggal 17 oktober 1945 pasukan sekutu
mendarat di bandung.Pada waktu para pemuda dan pejuang di kota bandung
sedang gencar-gencarnya merebut senjata dan kekuasaan dari tangan jepang. Oleh
sekutu,senjata dari hasil pelucutan tentara jepang supaya diserahkan kepadanya.
Bahkan pada tanggal 21 november 1945, sekutu mengeluarkan ultimatum agar kota
bandung bagian utara dikosongkan oleh pihak indonesia paling lambat tanggal 29
november 1945 dengan alasan untuk menjaga keamanan. Oleh para pejuang,
ultimatum tersebut tidak diindahkan sehingga sejak saat itu sering terjadi
insiden dengan pasukan-pasukan sekutu.
Sekutu
mengulangi ultimatumnya pada tanggal 23 maret 1946 yakni agar TRI meninggalkan kota bandung.
Dengan adanya ultimatum ini, pemerintah Republik Indonesia di jakarta
menginstrugasikan agar TRI mengosonkan kota bandung,akan tetapi dari markas TRI
di yogyakarta menginstrugasikan agar kota bandung tidak
dikosongkan.Akhirnya,para pejuang bandung meninggalakan kota bandung walaupun
dengan berat hati.sebelum meninggalkan kota bandung terlebih dahulu para
pejuang Republik Indonesia menyerang ke arah kedudukan-krdudukan sekutu sambil
membumihanguskan kota bandung bagian selatan. Peristiwa ini kemudian dikenal
dengan bandung lautan api.
2.puputan
margarana
Salah
satu isi perundingan linggajati pada tanggal 10 november 1946 adalah bahwa
belanda mengakui secara de facto Republik
Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi sumatera,jawa dan
madura.selanjutnya belanda harus sudah meinggalkan daerah de facto paling lambat tanggal 1 januari 1949.
Pada
tanggal 2 dan 3 maret 1949 belanda mendaratkan pasukannya kurang lebih 2000
tentara di bali,ikut pula tokoh-tokoh yang memihak Belanda.Pada waktu itu
letnan kolonel I Gusti Ngurah Rai komandan Reisman Nusa Tenggara sedang pergi
ke Yogyakarta untuk mengadakan konsultasi dengan markas tertinggi TRI.
Sementara
itu perkembangan politik di pusat
pemerintahan Republik Indonesia kurang menguntungkan akibat perundingan
Linggajati dimana Bali tidak di akui sebagai bagian wilayah Republik
Indonesia.Rakyat Bali merasa kecewa terhadap isi perundingan ini.Lebih-lebih ketika Belanda membujuk
Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai diajak membentuk Negara Indonesia Timur.
Ajakan tersebut di tolak dengan tegas oleh I Gusti Ngurah Rai, Bahkan dijawab
dengan perlawanan bersenjata.
Pada
tanggal 18 November 1946 I Gusti Ngurah Rai memperoleh kemenangan dalam
penyerbuan ke tangsi NICA di Tabanan.
Kemudian Belanda mengerahkan seluruh kekuatan di Bali dan Lombok untuk
mengahadapi perlawanan rakyat Bali ini.
Pertempuran hebat terjadi pada tanggal 29
November 1946 di Margarana,sebelah Utara Tabanan. Karena kalah dalam persenjataan maka pasukan Ngurah
Rai dapat dikalahkan.I Gusti Ngurah Rai mengobarkan
perang “puputan“ atau habis-habisan demi membela Nusa dan Bangsa.Akhirnya Gusti
Ngurah Rai beserta anak buahnya gugur sebagai kusuma bansa.
3.peristiwa westerling di makassar
Sebagai
gubernur suawesi selatan yang diangkat
tahun 1945, Dr.G.S.S.J.Ratu Langie
melakukan aktivitasnya dengan membentuk Pusat Pemuda Nasional
Indonesia.(PPNI).Organisasi yangbertujuan untuk menampung aspirasi pemuda, ini
pernahdipimpin oleh Manai Sophian.
Sementara
itupada bulan Desember 1946 Belanda mengirimkan pasukan ke Sulawesi Selatan di
bawah pimpinan Raymond Westerling. Kedatangan pasukan ini untuk “membersihkan”
daerah Sulawesi Selatan dari pejuang-pejuang Republikk dan menumpas perlawanan
rakyat yang menentang terhadap pembentukan Negara Indonesia Timur.
Di
daerah ini pula, pasukan australia yang
diboncengi NICA mendarat kemudian membentuk pemerintahan sipil. Di makassar
karena belanda melakukan usaha memecah belah rakyat maka tampillah pemuda-
pemuda pelajar seperti A. Rivai, Paersi, dan Robert Wolter monginsidi melakukan
perlawanan dengan merebut tempat- tempat strategis yang di kuasai NICA. Selanjutnya untuk menggerakkan
perjuangan di bentuklah laskar pemberontak indonesia sulawesi ( LAPRIS ) dengan
tokoh- tokohnya Ranggong Daeng Romo, Makkaraeng Daeng D jarung, dan Robert
Wolter Monginsidi sebagai sekertaris jendralnya.
Sejak
tanggal 7- 25 desember 1946 pasukan Westerling secara keji membunuh beribu-
ribu rakyat yang tidak berdosa. Pada tanggal 11desember 1946 belanda menyatakan
sulawesi dalam keadaann perang dan hukum militer. Pada waktu itu Raymond Westerling
mengadakan aksi pembunuhan massal di desa- desa yang mengakibatkan sekitar 40
ribu orang tidak berdosa menjadi korban kebiadaban.
4. Serangan umum 1 Maret 1949
Ketika belanda
melancarkan agresi militernya yang ke-2 pada bulan desember 1948 ibu kota RI
yogyakarta jatuh pada tangan belanda.
Presiden soekarno dan wakil presiden Moh. Hatta beserta sejumlah menteri di
tawan oleh belanda. Belanda menyatakan bahwa RI telah runtuh. Namun di Luar
perhitungan belanda pada saat yang krisis ini terbentuklah pemerintah darurat
republik indonesia ( PDRI )di bukit tinggi, sumatera barat. Di samping itu sri
sultan hameng kubuono IX sebagai kepala daerah istimewa yogyakarta tetap
mendukung RI sehingga masyarakat yogyakarta juga memberikan dukungan kepada RI.
Pimpinan
TNI di bawah jendral sudirman yang sebelumnya telah menginstrusikan kepada
semua komandan TNI melalui surat perintah siasat No. 1 Bulan November 1948
isinya antara lain
(1) memberikan
kebebasan kepada setiap komandan untuk melakukan serangan terhadap posisi
militer belanda
(2) memerintahkan
kepada setiap komandan untuk membentuk kantong – kantong pertahanaan (
wehrkreise ) dan
(3) memerintahkan
agar semua kesatuan TNI yang berasal dari daerah pendudukan untuk segera
meninggalkan yogyakarta untuk kembali ke daerahnya ( seperti devisi siliwangi
harus kembali ke jawa barat ), jika belanda menyerang yogyakarta. Untuk
pertahanan daerah yogyakarta dan sekitarnyadi serakan sepenuhnya kepada pasukan
TNI yakni brigade 10 di bawah Letkol Soeharto.
Dengan
adanya agresi militer belanda maka dalam beberapa minggu kesatuan TNI dan
kekuatan bersenjata lainnya terpencar- pencar dan tidak terkoodinasi. Namun
para pejuang mampu melakukan komunikasi melalui jaringan radio, telegram maupun
para kurir.
Bersamaan
dengan upaya konsolidasi dibawah PDRI,TNI,melakukan serangan secacra
besar-besaran terhadap posisi belanda di Yogyakarta.serangan ini dilakukan pada
tanggal 1 Maret 1949 dipmpin olrh Letkol
Soeharto.Sebelum serangan dilakukan,terlebih dahulu meminta persetujuan kepada
Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai kepalaDerah Istimewa Yogyakarta.Serangan
umum ini dilakukan dengan
mengkonsentrasikan pasukan dari sektor barat (Mayor Ventje Samual), Selatan dan
Timur (Mayor Sarjono) dan Sektor kota (Lethnan Amir Murtono dan Letnan
Madsuki).serangan umu ini membawa hasil yang memuaskan sebab para pejuang dapat
menguasai kota Yogyakarta selama 6 jam yaknijam 06.00 sampai jam 12.00.
Berita
serangan umum ini disiarkan di RRI yang sedang bergerilya di daerahGunung
Kidul,yang dapat ditangkap RRI di Sumatera,Selanjutnya dari Sumatera berita itu
disiarkaan ke Yangoon dan India.Keesokan harinya peristiwa itu juga dilapotrkan
oleh R.Sumardi ke PDRIdibukittinggi melalui Radiogram dan jugadisampaikan pula
kepada Maramis.(Diplomat RI di New Delhi,India) dan L.N.Palar (Diplomat RI di
New York,Amerika Serikat).
Serangan
Umum 6 jam di Yogyakarta ini mempunyai arti penting yaitu sebagai berikut:
-
Mendukung perjuangan secara
Diplomasi,yakni Serangan Umum ini berdampak adanya perubahan sikap pemerintah
Amerika Serikat yang semula mendukung Belanda selanjutnya menekan kepada
pemerintah Belanda agar melakukan perundingan dengan RI.
-
Mematahkan moral pasukan Belanda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar